Kamis, 30 Oktober 2014

bahagia itu sederhana

Bahagia Itu Sederhana. 

Sahabat Muslimah dan Keluarga Shalih Voa Islam,
Mari simak sebuah 10 renungan untuk meraih kebahagiaan yang sederhana
1. Jangan Takut dan Khawatir
Perasaan takut dan khawatir merupakan pikiran kita yang paling tidak produktif. Sebagian besar hal-hal yang kita khawatirkan atau takutkan tidak pernah terjadi. Jadi untuk apa kita khawatir dan takut?
2. Jangan Pernah Menyimpan Dendam
Dendam adalah hal terbesar dan akan menjadi beban terberat jika kita menyimpannya di dalam hati. Maukah anda membawanya sepanjang hidup? …. Saya rasa tidak. Jangan sia-siakan energi kita dengan menyimpan dendam, sudah pasti tidak ada gunanya. Gunakanlah energi kita tersebut untuk hal-hal yang positif.
3. Fokus Pada Satu Masalah
Jika kita memiliki beberapa masalah, selesaikanlah masalah kita satu per satu. Jangan terpikirkan untuk menyelesaikan masalah secara sekaligus karena justru akan membuat kita semakin stress.
4. Jangan Membawa Tidur Masalah Anda
Masalah adalah hal yang sangat buruk untuk kesehatan tidur kita. Pikiran bawah sadar kita adalah hal yang luar biasa yang dapat membuat kita gelisah dan tidur kita menjadi tidak nyenyak.
5. Jangan Mengambil Masalah Orang Lain Untuk Anda Selesaikan
Membantu orang lain yang sedang dalam masalah adalah hal yang mulia, tetapi jika kita mengambil porsi terbesar untuk menyelesaikan masalah orang lain tersebut justru itulah kesalahan terbesar. Biarkanlah orang tersebut yang menyelesaikan masalahnya sendiri dengan porsi terbesar.
6. Jangan Hidup di Masa Lalu
Mungkin terasa nyaman bagi kita mengingat hal-hal yang menyenangkan di masa lalu tetapi jangan anda terlena didalamnya. Konsentrasilah dengan apa yang terjadi saat ini, karena kita pun akan bisa merasakan banyak kebahagiaan di saat ini. Saya yakin kita akan mempunyai perasaan yang jauh lebih berbahagia jika kita merayakan apa yang terjadi saat ini dibanding dengan mengingat-ngingat kebahagiaan di masa lalu.
7. Jadilah Pendengar yang Baik
Mungkin sebagian besar orang termasuk saya susah untuk menjadi pendengar yang baik. Justru sebaliknya kita mengharapkan orang lain yang mendengarkan omongan kita, tetapi sebetulnya dengan belajar mendengarkan orang lain, kita akan mendapatkan banyak hal baru yang dapat sangat berguna bagi kebahagiaan hidup kita.
8. Jangan Biarkan Frustasi Mengatur dan Bahkan Mengacaukan Hidup Anda
Kasihanilah diri kita lebih dari apa pun, maksud saya adalah janganlah kita menyerah pada frustasi. Maju terus. Ambillah tindakan-tindakan positif dan lakukanlah dengan konsisten.
9. Bersyukurlah Selalu
Bersyukur dan berterimakasihlah atas semua yang kita dapatkan, bukan hanya hal yang positif saja tetapi juga hal yang negatif, karena saya percaya dibalik setiap hal yang negatif tersebut ada hal baik yang bisa kita pelajari.

Mendengar istri mengomel di rumah, berarti aku masih punya keluarga. 

Mendengar suami masih mendengkur di
sebelahku berarti aku masih punya suami. 

Mendengar ayah dan ibu menegurku dengan
tegas berarti aku masih punya orang tua.

Merasa lelah dan pegal linu setiap sore, itu
berarti aku mampu bekerja keras.

Membersihkan piring dan gelas kotor setelah
menerima tamu di rumah, itu berarti aku
punya teman. 

Pakaianku terasa agak sempit, itu berarti aku cukup gizi. 

Mencuci dan menyetrika tumpukan baju, itu berarti aku memiliki pakaian. 

Membersihkan halaman rumah, jendela,
memperbaiki talang dan selokan air, itu berarti aku memiliki tempat tinggal. 

Mendapatkan banyak tugas yang merepotkan,
itu berarti aku dipercayai dapat melakukannya. 

Mendapatkan rekan kerja/bisnis yang
mengesalkan menandakan karier/bisnisku masih bergerak dan hidup. 

Mendapatkan banyak komplain dari pelanggan
kita menandakan kita masih punya pelanggan, masih loyal dan menginginkan kita
menuju perubahan ke arah lebih baik. 

Mendengar nyanyian yang fals, itu berarti aku masih bisa mendengar.

Mendengar bunyi jam alarm di pagi hari, itu
berarti aku masih hidup. 

Menderita sakit, berarti Allah sedang membersihkan diriku dari dosa-dosa, agar diriku bersih ketika kembali ke alam baka dan masuk syurga. 

Subhanalloh. Ternyata masih banyak hal yang dapat kita syukuri setiap hari.

Aku juga bersyukur mendapatkan pesan ini,
karena secara tidak sadar aku masih memiliki teman yang peduli padaku.

Seseorang yang peduli tentang aku telah
mengirimkannya kepadaku.

Dan karena aku peduli tentangmu maka aku
kirim juga kepadamu.

Berhenti mengeluh dan bersyukurlah. Bersyukur dalam setiap keadaan

Semoga yang membaca pesan ini selalu diberkahi dengan kesehatan, kebahagiaan dan kedamaian.
Aamiin..
10. Cara Islam Meraih kebahagiaan Hakiki
Berikut ini poin-poin penting untuk mencapai kebahagiaan hakiki, dunia dan akhirat, yang senantiasa didambakan oleh setiap insan:
1.    Beriman dan beramal shalih
Meraih kebahagiaan melalui iman ditinjau dari beberapa segi: Pertama, Orang yang beriman kepada Allah Yang Esa, Yang tiada sekutu bagi-Nya, -dengan iman yang sempurna, bersih dari kotoran dosa,- maka dia akan merasakan ketenangan hati dan ketentraman jiwa. Dia tidak akan galau dan penat dalam menghadapi ujian hidup, sebaliknya dia ridha terhadap takdir Allah pada dirinya. Sehingga dia akan bersyukur terhadap kebaikan dan bersabar atas bala'.
Ketundukan seorang mukmin kepada Allah membimbing ruhaninya untuk lebih giat bekerja karena merasa hidupnya memiliki makna dan tujuan yang berusaha diwujudkannya. Allah berfirman,
   الَّذِينَآمَنُواوَلَمْيَلْبِسُواإِيمَانَهُمْبِظُلْمٍأُولَئِكَلَهُمُالْأَمْنُوَهُمْمُهْتَدُونَ
"Orang-orang yang beriman dan tidak mencampur adukkan iman mereka dengan kedzaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk." (QS. Al An'aam: 82)
Kedua, Iman menjadikan seseorang memiliki pijakan hidup yang mendorongnya untuk diwujudkan. Maka hidupnya akan memiliki nilai yang tinggi dan berharga yang mendorongnya untuk beramal dan berjihad di jalan-Nya. Dengan itu, dia akan meninggalkan gaya hidup egoistis yang sempit sehingga hidupnya bermanfaat untuk masyarakat di mana dia tinggal.
Ketika seseorang bersifat egois maka hari-harinya terasa sempit dan tujuan hidupnya terbatas. Namun ketika hidupnya dengan memikirkan fungsinya, maka hidup nampak panjang dan indah, dia akan merasakan hari-harinya penuh nilai.
Ketiga, Peran iman bukan saja untuk mendapatkan kebahagiaan, namun juga sebagai sarana untuk menghilangkan kesengsaraan. Hal itu karena seorang mukmin tahu dia akan senantiasa diuji dalam hidupnya sebagai konsekuensi keimanan, maka akan tumbuh dalam dirinya kekuatan sabar, semangat, percaya kepada Allah, bertawakkal kepada-Nya, memohon perlindungan kepada-Nya, dan takut kepada-Nya. Potensi-potensi ini termasuk sarana utama untuk merealisasikan tujuan hidup yang mulia dan siap menghadapi ujian hidup. Allah Ta'ala berfirman:
إِنْتَكُونُواتَأْلَمُونَفَإِنَّهُمْيَأْلَمُونَكَمَاتَأْلَمُونَوَتَرْجُونَمِنَاللَّهِمَالَايَرْجُونَ
"Jika kamu menderita kesakitan, maka sesungguhnya mereka pun menderita kesakitan (pula), sebagaimana kamu menderitanya, sedang kamu mengharap dari Allah apa yang tidak mereka harapkan. Dan adalah Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (QS. Al Nisaa': 104)
2.    Memiliki akhlak mulia yang mendorong untuk berbuat baik kepada sesama
Manusia adalah makhluk sosial yang harus melakukan interaksi dengan makhluk sebangsanya. Dia tidak mungkin hidup sendiri tanpa memerlukan orang lain dalam memenuhi seluruh kebutuhannya. Jika bersosialisasi dengan mereka merupakan satu keharusan, sedangkan manusia memiliki tabiat dan pemikiran yang bermacam-macam, maka mungkin sekali akan terjadi kesalahpahaman dan kekhilafan yang membuatnya sedih. Jika tidak disikapi dengan bijak maka interaksinya dengan manusia akan menjadi sebab kesengsaraan dan membawa kesedihan dan kesusahan. Karena itulah, Islam memberikan perhatian besar terhadap akhlak dan pembinaannya. Hal ini dapat kita saksikan dalam beberapa ayat dan hadits berikut ini:
- Firman Allah dalam menyifati Rasul-Nya shallallahu 'alaihi wasallam,
وَإِنَّكَلَعَلىخُلُقٍعَظِيمٍ
"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung." (QS. Al Qalam: 4)
فَبِمَارَحْمَةٍمِنَاللَّهِلِنْتَلَهُمْوَلَوْكُنْتَفَظًّاغَلِيظَالْقَلْبِلَانْفَضُّوامِنْحَوْلِكَفَاعْفُعَنْهُمْوَاسْتَغْفِرْلَهُمْوَشَاوِرْهُمْفِيالْأَمْرِ
"Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu. Karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun bagi mereka, dan bermusyawarahlah dengan mereka dalam urusan itu." (QS. Ali Imran: 159)
-Perintah Allah kepada kaum mukminin agar tolong menolong dalam kebaikan,
وَتَعَاوَنُواعَلَىالْبِرِّوَالتَّقْوَىوَلَاتَعَاوَنُواعَلَىالْإِثْمِوَالْعُدْوَانِ
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran." (QS. Al Maidah: 2)
Perintah Allah agar membalas keburukan orang dengan kebaikan,
وَلَاتَسْتَوِيالْحَسَنَةُوَلَاالسَّيِّئَةُادْفَعْبِالَّتِيهِيَأَحْسَنُفَإِذَاالَّذِيبَيْنَكَوَبَيْنَهُعَدَاوَةٌكَأَنَّهُوَلِيٌّحَمِيمٌوَمَايُلَقَّاهَاإِلَّاالَّذِينَصَبَرُواوَمَايُلَقَّاهَاإِلَّاذُوحَظٍّعَظِيمٍ
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. Sifat-sifat yang baik itu tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang sabar dan tidak dianugerahkan melainkan kepada orang-orang yang mempunyai keberuntungan yang besar." (QSl Fushshilat: 34-35)
- Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak mulia."
Sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, "Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal kasih sayang, kecintaan dan kelemah-lembutan diantara mereka adalah bagaikan satu tubuh, apabila ada satu anggotanya yang sakit maka seluruh tubuh juga merasakan sakit dan tidak bisa tidur." (Muttafaqun ‘Alaihi)
3.    Memperbanyak dzikir dan merasa selalu disertai Allah
Sesungguhnya keridhaan hamba tergantung pada tempat bergantungnya. Dan Allah adalah Dzat yang paling membuat hati hamba tentram dan dada menjadi lapang dengan mengingat-Nya. Karena kepada-Nya seorang mukmin meminta bantuan untuk mendapatkan kebutuhan dan menghindarkan dari mara bahaya. Karena itulah, syariat mengajarkan beberapa dzikir yang mengikat antara seorang mukmin dengan Allah Ta'ala sesuai tempat dan waktu, yaitu ketika ada sesuatu yang diharapkan atau ada sesuatu yang menghawatirkannya. Dzikir-dzikir tadi mengikat seorang hamba dengan penciptanya sehingga dia akan mengembalikan semua akibat kepada yang mentakdirkannya.
Berikut ini beberapa nash yang menunjukkan hubungan dzikir dengan kebahagiaan seorang hamba.
Firman Allah Ta'ala:
الَّذِينَآَمَنُواوَتَطْمَئِنُّقُلُوبُهُمْبِذِكْرِاللَّهِأَلَابِذِكْرِاللَّهِتَطْمَئِنُّالْقُلُوبُ
"(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tenteram." (QS. Al Ra'du: 28)
Perintah Nabi shallallahu 'alaihi wasallam kepada seorang muslim ketika menikah.
اللَّهُمَّإِنِّيأَسْأَلُكَخَيْرَهَاوَخَيْرَمَاجَبَلْتَهَاعَلَيْهِوَأَعُوذُبِكَمِنْشَرِّهَاوَمِنْشَرِّمَاجَبَلْتَهَاعَلَيْهِ
"Ya Allah, aku memohon kebaikannya dan kebaikan tabi'at yang dia bawa, dan aku berlindung dari keburukannya dan keburukan tabi'at yang dia bawa." (HR. Abu Daud no 2160, Ibnu Majah no1918 dan al Hakim).
Doa ketika terjadi angin ribut:
اَللَّهُمَّإِنِّيْأَسْأَلُكَخَيْرَهَاوَخَيْرَمَافِيْهَاوَخَيْرَمَاأُرْسِلْتَبِهِ،وَأَعُوْذُبِكَمِنْشَرِّهَاوَشَرِّمَافِيْهَاوَشَرِّمَاأُرْسِلْتَبِهِ
"Ya Allah! Sesungguhnya aku mohon kepadaMu kebaikan angin (ribut ini), kebaikan apa yang di dalamnya dan kebaikan tujuan angin dihembuskan. Aku berlindung kepadaMu dari kejahatan angin ini, kejahatan apa yang di dalamnya dan kejahatan tujuan angin dihembuskan." (Muttafaq 'Alaih)
- Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam mewajibkan untuk melakukan sebab (usaha), minta tolong kepada Allah, dan tidak sedih jika hasil yang diharapkan tidak terwujud. "Bersemangatlah mencari yang bermanfaat bagimu, minta pertolongan kepada Allah, dan jangan lemah. Jika engkau tertimpa musibah janganlah berkata: ‘Seandainya saya berbuat begini maka tentu tidak terjadi begitu.’ Namun katakanlah: ‘Allah telah menakdirkan musibah ini. Apa yang Allah kehendaki pasti terjadi’. Karena perkataan ‘Seandainya’ dapat membuka perbuatan syetan." (HR. Muslim)
4.    Menjaga kesehatan
Kesehatan di sini mencakup semua sisi; badan, jiwa, akal, dan ruhani. Menjaga kesehatan badan merupakan fitrah manusia, karena berkaitan dengan kelangsungan hidup dan juga menjadi sarana untuk memenuhi kebutuhan materi seperti makan, minum, pakaian, dan kendaraan.
- Kesehatan fisik: Islam sangat menghargai kehidupan fisik manusia. Karenanya Islam melarang membunuh tanpa ada sebab yang dibenarkan syari'at sebagaimana Islam melarang setiap yang bisa membahayakan badan dan kesehatannya. Allah Ta'ala berfirman, "dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar." (QS. Al An'am: 151 dan al Isra': 33)
وَيُحِلُّلَهُمُالطَّيِّبَاتِوَيُحَرِّمُعَلَيْهِمُالْخَبَائِثَ
". . dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk . . " (QS. Al A'raaf: 157)
Sabda Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, "Tidak (boleh melakukan/menggunakan sesuatu yang) berbahaya atau membahayakan (orang lain)." (HR. Ahmad dalam Musnadnya, Malik dan Ibnu Majah)
- Kesehatan jiwa: banyak orang yang tidak memperhatikan kesehatan jiwa dan tidak memperdulikan cara untuk menjaganya, padahal dia pilar pokok untuk meraih kebahagiaan. Karena itu, Islam sangat memperhatikan pendidikan jiwa dan menyucikannya dengan sifat-sifat mulia.
Kesehatan jiwa tegak dengan iman lalu dihiasi dengan akhlak terpuji dan disterilkan dari akhlak buruk seperti marah, sombong, berbangga diri, bakhil, tamak, iri, dengki, dan akhlak buruk lainnya.
Allah Ta'ala berfirman,
وَلَاتَمُدَّنَّعَيْنَيْكَإِلَىمَامَتَّعْنَابِهِأَزْوَاجًامِنْهُمْزَهْرَةَالْحَيَاةِالدُّنْيَالِنَفْتِنَهُمْفِيهِوَرِزْقُرَبِّكَخَيْرٌوَأَبْقَى
"Dan janganlah kamu tujukan kedua matamu kepada apa yang telah Kami berikan kepada golongan-golongan dari mereka, sebagai bunga kehidupan dunia untuk Kami cobai mereka dengannya. Dan karunia Tuhan kamu adalah lebih baik dan lebih kekal." (QS. Thaahaa: 131)
Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "jika kalian bertiga, janganlah yang dua orang berbisik-bisik tanpa mengikutkan yang satunya sehingg mereka berkumpul dengan orang banyak supaya tidak membuatnya sedih." (Muttafaq 'Alaih)
Allah Ta'ala berfirman, "Hai orang-orang beriman janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Jangan pula wanita-wanita (mengolok-olok) wanita-wanita lain, boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman. Barang siapa yang tidak bertobat, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim." (QS. Al Hujuraat: 11)
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebahagian kamu menggunjing sebahagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat lagi Maha Penyayang." (QS. Al Hujuraat: 12)
- Kesehatan akal: Akal adalah sebab utama manusia mendapat taklif (beban syari'at). Karenanya Allah memerintahkan untuk menjaganya dan mengharamkan sesuatu yang membahayakan dan merusaknya. Sebab utama yang menghilangkan kesadaran akal adalah hal-hal yang memabukkan dan yang diharamkan. Allah Ta'ala berfirman:
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah perbuatan keji termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu lantaran (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah dan shalat; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu)." (QS. Al Maaidah: 90-91)
- Kesehatan ruhani: Syari'at sangat memperhatikan sarana-sarana yang bisa menjaga kesehatan ruhani. Makanya seorang mukmin diperintahkan untuk dzikrullah setiap saat sebagaimana mewajibkan, dalam batas minimal, untuk memenuhi nutrisi ruhani seperti perintah shalat wajib, puasa, zakat, haji dan medan yang lebih luas lagi dalam bentuk amal sunnah dan segala amal untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Ibadah-ibadah ini mengikat seorang hamba dengan Rabb-Nya dan mengembalikannya kepada Sang Pencipta ketika tersibukkan oleh dunia. Karenanya, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "dan dijadikan kebahagiaan hatiku dalam shalat." Beliau bersabda kepada Bilal, "wahai bilal, hibur kami dengan shalat."
Syari'at juga melarang segala tindakan yang bisa merusak ruhani dan melemahkannya. Syari'at melarang mengikuti hawa nafsu, mengerjakan hal syubuhat, dan memanjkan diri dalam kenikmatan karena biasa menyebabkan hati menjadi mati. Karena itulah Allah menyifati orang-orang kafir laksana binatang, "Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu)." (QS. Al Furqaan: 44)
وَالَّذِينَكَفَرُوايَتَمَتَّعُونَوَيَأْكُلُونَكَمَاتَأْكُلُالْأَنْعَامُوَالنَّارُمَثْوًىلَهُمْ
"Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka." (QS. Muhammad: 12)
5. Berusaha meraih materi yang mendatangkan kebahagiaan
Sebagaimana telah dijelaskan sebelumnya, Islam tidak mengingkari urgensi  meteri untuk merealisasikan kebahagiaan. Hanya saja, semua materi ini bukan sebagai syarat mutlak untuk mendapatkan kebahagiaan, namun hanya sebagai sarana saja. Banyak nash menguatkan kenyataan ini, di antaranya firman Allah Ta'ala,
قُلْمَنْحَرَّمَزِينَةَاللَّهِالَّتِيأَخْرَجَلِعِبَادِهِوَالطَّيِّبَاتِمِنَالرِّزْقِ
"Katakanlah: 'Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?" (QS. Al A'raaf: 32)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "sebaik-baik harta adalah yang dimiliki hamba shalih." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "di antara unsur kebahagiaan anak Adam: istri shalihah, tempat tinggal luas, dan kendaraan nyaman."
6. Memanajemen waktu, karena waktu adalah modal utama manusia selama hidup di dunia. Oleh sebab itu, Islam sangat memperhatikan waktu dan akan meminta pertanggungjawaban seorang mukmin tentang waktunya. Dan kelak di hari kiamat, dia akan ditanya tentang waktunya. Perintah dalam Islam sangat membantu manusia untuk mengatur waktunya dan memanfaatkannya dengan baik antara memenuhi kebutuhan hidup dan materinya di satu sisi, dan untuk memenuhi kebutuhan ruhani dan ibadah pada sisi lainnya. Islam telah memerintahkan orang beriman agar memanfaatkan waktu untuk kebaikan dan amal shalih.
Allah Ta'ala berfirman,
يَاأَيُّهَاالَّذِينَآمَنُوالَاتُلْهِكُمْأَمْوَالُكُمْوَلَاأَوْلَادُكُمْعَنْذِكْرِاللَّهِوَمَنْيَفْعَلْذَلِكَفَأُولَئِكَهُمُالْخَاسِرُونَ . وَأَنْفِقُوامِنْمَارَزَقْنَاكُمْمِنْقَبْلِأَنْيَأْتِيَأَحَدَكُمُالْمَوْتُفَيَقُولَرَبِّلَوْلَاأَخَّرْتَنِيإِلَىأَجَلٍقَرِيبٍفَأَصَّدَّقَوَأَكُنْمِنَالصَّالِحِينَ
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barang siapa yang membuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang rugi. Dan belanjakanlah sebagian dari apa yang telah Kami berikan kepadamu sebelum datang kematian kepada salah seorang di antara kamu; lalu ia berkata: 'Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan (kematian) ku sampai waktu yang dekat, yang menyebabkan aku dapat bersedekah dan aku termasuk orang-orang yang shaleh?'." (QS. Al Munaafiquun: 9-10)
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak tergelincir dua kaki seorang hamba pada hari kiamat sehingga Allah menanyakan empat hal: Umurnya, untuk apa selama hidupnya dihabiskan; Waktu mudanya, digunakan untuk apa saja; Hartanya, darimana dia mendapatkan dan untuk apa saja dihabiskannya; Ilmunya, apakah diamalkan atau tidak." (HR. Tirmidzi )
Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda dalam hadits lain,
نِعْمَتَانِمَغْبُونٌفِيهِمَاكَثِيرٌمِنْالنَّاسِالصِّحَّةُوَالْفَرَاغُ
"Ada dua nikmat yang mayoritas orang merugi pada keduanya, yaitu (nikmat) sehat dan waktu luang." (HR. Al Bukhari dari Ibnu Abbas)
Penutup
Sesungguhnya Allah amat sangat baik kepada para hamba-Nya. Dia menghendaki agar mereka bahagia, dunia dan akhirat. Sehingga diperintahkan apa saja yang bisa menghantarkan kepada kebahagiaan itu. Juga dilarang setiap yang bisa merusaknya. Oleh sebab itu, dikatakan kepada para mujrimin saat mereka disiksa dalam neraka, "Dan tidaklah Kami menganiaya mereka tetapi merekalah yang menganiaya diri mereka sendiri." (QS. Al-Zukhruf: 76)
Kebahagiaan yang paling ditekankan Islam adalah kebahagiaan akhirat, namun bukan berarti kebahagiaan dunia ditelantarkan. Tidak, bahkan kebahagiaan di dunia ini berusaha diwujudkan dalam bentuk yang sebenarnya. Yakni dengan mengabdikan diri kepada Allah semata sebagai panggilan dari fitrah diri manusia yang ia diciptakan di atasnya. Sehingga dengan itu akan mendapat ketenangan dan ketentraman. Dan ini menjadi kunci utama tercapainya kebahagiaan, sampaipun dalam musibah dan bencana. Ia jadikan musibah tersebut menjadi ladang untuk mendapatkan keutamaan dan pahala besar yang menjaminnya masuk dalam surga, yakni dengan sabar. Dan tidaklah seseorang mendapatkan surga akhirat sebelum ia mendapatkan surga dunia dalam ibadahnya. Wallahu Ta'ala a'lam. [adivammar/puwWd/voa-islam.com]
- See more at: http://www.voa-islam.com/read/muslimah/2014/01/24/28801/bahagia-itu-sederhana-ikuti-10-tips-ini-agar-lebih/#sthash.MbU9LDpf.dpuf

Bawang Putih Bagi Kesehatan Tubuh

7 Manfaat Dahsyat Bawang Putih Bagi Kesehatan Tubuh 
   
Bawang putih merupakan salah satu jenis rempah-rempahan yang banyak digunakan untuk bumbu penyedap setiap masakan. Bawang putih ini termasuk bumbu yang murah dan mudah ditemukan di setiap dapur semua orang. Selain sebagi bumbu penyedap masakan, bawang putih dapat dimakan langsung, digoreng terlebih dahuli maupun di buat sambal bawang putih. Selain berbagi manfaat diatas, bawang putih ternyata menyimpan zat-zat yang memiliki manfaaat dahsyat untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan tubuh anda. Lalu, apa saja manfaat dahsyat bawang putih bagi kesehatan tubuh tersebut....???
Sahabat, tips kesehatan. Bawang putih sudah lama dikenal sebagai obat alami dari berbagai keluhan, gangguan maupun penyakit yang menyerang tubuh seseorang. Jadi, sebelum munculnya kemajuan teknologi di bidang kesehatan, nenek moyang kita masih menggunakan media pengobatan alami dengan menggunakan bawang putih tersebut. Anda mungkin akan terkejut dengan berbagai manfaat tersembunyi dalam bawang putih bagi kesehatan tubuh. Berikut ini 7 manfaat dahsyat bawang putih bagi kesehatan tubuh anda :

1.   Penangkal Dari Serangan Kanker. Bawang putih mengandung dialil sulfida yang memiliki peran mencegah
kanker yang bisa membahayakan jiwa anda. Bagi perempuan, mengkonsumsi bawang putih secara tidak
berlebihan dapat menangkal kanker pada payudara.
2.  Obat Alami Bagi Penderita Diabetes. Bawang putih mampu mengontrol kadar gula dalam darah bagi
penderita diabetes. Sehingga sangat cocok sebagai obat alami bagi yang mengalami penyakit atau gejala
diabetes.
3.  Mengurangi Kadar Kolesterol Jahat dalam Darah. Kandungan kolesterol jahat dalam darah tentu akan
berdampak buruk bagi kesehatan tubuh anda. Mengkonsumsi bawang putih merupakan langkah tepat dan
terbukti ampuh mengurangi kadar kolesterol jahat tersebut.
4.  Pelindung Ampuh Bagi Organ Jantung Anda. Radikal bebas yang bercampur dengan oksigen yang dihirup
dapat membahayakan kesehatan jantung anda. Bawang putih mampu melindungi organ jantung dari berbagai
radikal bebas yang bertebaran di udara.
5. Menghindarkan Dari Berbagai Penyakit Kulit. Kandungan zat kimia yang bernama ajoene didalam
bawang putih berkhasiat untuk membasmi berbagai infeksi jamur yang menyerang kulit tubuh anda.
6.  Bawang Putih Juga Bersifat Antivirus dan Antibakteri. Sehingga bawang putih dapat menangkal berbagai
serangan virus maupun bakteri yang dapat masuk ke dalam tubuh anda.

7. Ampuh Mengontrol Tekanan Darah Anda. Kandungan gas hidrogen sulfida dalam bawang putih
bermanfaat untuk melebarkan pembuluh darah serta berperan besar dalam mengontrol tekanan darah
seseorang.

3 Resep Jus Tomat Paling Enak Sedunia

Tomat merupakan salah satu sayuran paling populer dan bisa diolah menjadi berbagai jenis menu makanan sehat. Mulai dari sup hangat sampai resep aneka jus tomat segar yang mempunyai manfaat kesehatan luar biasa bagi organ-organ tubuh. Harganya pun terjangkau, mudah ditemukan dan bahkan, anda bisa menanam sayuran ini di halaman rumah tanpa membutuhkan tempat yang luas.
Sebenarnya, tomat dikategorikan sebagai buah, meski banyak orang menganggapnya sebagai sayuran. Selain bisa diolah menjadi makanan maupun minuman, tomat juga dapat digunakan untuk membersihkan perabotan dari tembaga alih-alih memakai pembersih kimia yang berbahaya. Berkat kandungan vitamin A, B1 dan C di dalamnya, meminum jus tomat secara teratur bermanfaat untuk menjaga kondisi tubuh tetap bugar fit sepanjang hari. Selain mampu mencegah beragam penyakit, manfaat jus tomat juga dapat membersihkan racun dalam darah dan membantu pembentukan glikogen pada hati.


Kalimat Cinta Bersama Dia

Kalimat Cinta Bersama Dia
Di awal perkenalan ini menyimpan sejuta pertanyaan tentang dirinya, siapakah dia?.., dimanakah ia tinggal..?, dan bagaimanakah tentang ia?. Begitu pertanyaan itu terpikirkan di otak kanan ku, aku bergunggam.
Sejak studyku tak sedikit ku mengenal orang, inilah pengalaman berhargaku, ku tinggal di sebuah desa yang jauh dari kota, dan Alhamdulillah walau begitu ku masih di beri rahmat oleh “yang maha adil’’ untuk dapat menuntut ilmu di perguruan tinggi swasta . perguruan tinggi ini terkenal dengan nama universitas pasir pengaraian.
Ketika ku kuliah, dan baru pertama hari kuliah masuk !, ku masih meraba dunia karena ku sendiri belum banyak tahu dan kenal cara menjadi mahasiswa, namun ku tetap harus jalani , inilah pilihan aku waktu kecil.
Ayah dan ibuku ‘’ orang yang sederhana.
Tapi aku bangga dan amat senang memiliki seorang ayah dan ibu yang menyayangi aku dengan sepenuh hatinya, tak heran ku selalu bahagia di dekatnya. Ketika pagi itu ku berkemas-kemas perlengkapan, ibu…!, ayah..,..! ku pamit kuliah. Dengan nada pelan mereka menyahutnya ‘’ hati-hati ya nak!.
Kuliahpun berjalan lancar, hingga waktu pulang, hari ini pun ku telah dapat satu pengalaman, dimana ku sudah memiliki teman, teman yang baru di dunia kampusku. Ahmad namanya ! ternyata di berasal dari desa yang tak jauh dari desaku, tetapi ku belum tahu jika dia sendiri yang tidak memberi tahu, oh syukur lah ternyata dia cukup bersahabat buatku.
Setelah dirumah, ku berbincang banyak tentang kuliah ku bersama keluarga, mereka menjadi pendengar dari cerita kuliahku, kebahagian ini yang ku inginkan.
Memang jauh jarak tempuh untuk belajar ini membuat ku selalu bergunggam dan melamun, bagaimana mungkin perjalanan 65 km antara rumah ke universitas dapat ku tempuh?. Perjalanan yang membutuhkan waktu 1.30 menit.
Karena orang tua telah usaha banyak, tak mungkin ku akan menyiakannya. Malam ini ku berpikir banyak tentang kuliahku , padahal! Baru satu hari, ku udah terpikir satu bulan kedepan, kanapa?, yah, karena ortu ku.
Suasana subuh yang indah, ketika kumandang azhan ku dengarkan, asholatu khairul minannaum ……! asholatu khairul minannaum ……! Ku simak hingga selesai. Berwudhu di kamar kecil dengan kebahagiaan yang besar ku lakukan. Walau sendiri namun seperti berlima kami jamaah di rumah.
Hari telah terang, aktivitas mulai berjalan. Makan pagi telah jadi kebiasaan ku sebelum berangkat kuliah, mah..! pah ! ( berpamitan ). Tak hanya mimpi tapi keindahannya pun kurasakan, ketika hari kedua kuliah ku telah dapat mengingat satu persatu nama teman baru ku.
Ihsan, panggilan mereka padaku…! Kamu mau kemana?, bagaimana kalau kamu ikut dengan kami !, ke kantin teknik mesin’’ ( kata erkhamdi dan teman-teman). Bagaimana aku bisa membalas panggilan mereka jika tangan ku telah di tarik dengan kuat dan aku pun tak kuasa , sehingga ku terdiam dan ikut saja. Makan siang bersama mereka seperti menonton opera vanjava, yang suka jail dan usil ketika makan. Oh ! tapi tak apalah’’ yang penting makanannya ku dapat.
Perut kenyang terisi. Belajar dalam kelas kembali lagi,  dengan suasana berbeda!, ternyata asik juga. Emanglah kampung tengah ( perut ) kalau sudah terisi tentunya kita akan semangat dalam aktivitas apapun, yang penting tidak boleh berlebihan.canda tawa suka cita jadi kebiasaan ku hari ini, walau berbeda tempat, adat dan suku , kami mulai akrab terbawa suasana .
Hari ini kesan indah yang ku miliki, kuceritakan pada ayah dan ibu. Mereka jadi pendengar setiaku, perhatiannya terasa indah.
Malam yang sunyi, tepat pukul 22.00 wib ku bergegas ke kamar depan , menulis deary adalah kebiasaanku, ternyata tak hanya perempuan saya pun menulisnya. Menceritakan dalam tulisan pun ku tak sanggup banyak, hanya beberapa baris saja.
Subuh itu, mendengarkan kumandang azhan yang merdu membuat hatiku melangkah. Air wudhu yang dingin membasahi mukaku , menggunakan baju koko jadi faforitku di subuh hari. Mandi dan persiapan kuliahku lagi, selang beberapa menit kemudian.
Sambil mencium tangan orang tua ku berpamitan, mah…! Pah…! Ku berangat, doakan dapat ilmu yang bermanfaat, jangan kwatir ! setiap satu langkah saja kamu keluar dari rumah ini’’ ibu pasti mendoakanmu..( jawaban ibu ), tak mau kalah ayah pun berkata ‘’ ayah mu mendoakan mu seperti ibumu tadi ! ( tersenyum J ).
Kuliah, di universitas ku belajar cara mengajar dan berhitung dan bernalar. Kalkulus dasar yang sedikit rumit ternyata asik juga, semua sesuai dengan jurusan ku di fakultas keguruan dan ilmu pengetahuan.
Bu rahma sebutannya, dosen matematika yang banyak mengenalnya karna kepandaiannya. Selain pandai ! ia terlihat anggun dan cantik, tak heran banyak ilmu yang telah kami bisa. Sesuai anjuran guru waktu SMA, nak…! Jika kita ingin mendapatkan ilmu kita harus cinta kepada pemberi ilmu dan ilmunya, cintailah gurumu dan pelajaranmu maka kamu akan dapat cepat meresapi ilmu yang diberikan padamu.
Perhatian kami tertuju di papan tulis, sambil menulis kami menyimak pengarahan bu rahma hingga istirahat. Kegemaran menarik tangan ku pun kembali lagi,. Ihsan…! Ayo ikut kami ! kami udah laper berat nih! ( sity dan teman-teman ). Kali ini ku berani berkata…’’ bisa-bisa’’. Maksud ku mengiyakan ajakan mereka.
Lauk ikan rendang kesukaan mereka ku lahap habis, entah lapar atau kelaparan namanya’’ nasi yang ada pada piringku cepat habisnya. Alhamdulillah , enak yah! (kataku)…. ‘’enak buanget, sedaaap…! ( sahut temen). Iya-yah sangkeng enaknya! Makanku habis duluan, congok pun kamu jadi orang, tambah lagi sono!..( ledekan mereka ke aku ).
Selesai, tisu halus perlahan bersihkan mulut ku. Air putih yang banyak khasiatnya pun jadi rebutan kami berlima, syaiful memegang gelas!’’ siti pegang teko’’, nurul pegang tangan siti, dan ku pun pegang tangan iful karena pas bertepatan mengambil gelas yang sama. Air tumpah! Erk…! Kamu numpahkannya,’’ (kata sity). Maaf nggak sengaja ! ( erkamdi yang menyerobot teko pada sity ).
Jam satu siang, setelah mendengar azan zuhur…! Kami pun meninggalkan kantin dan menuju ke masjid di dekat fakultas ekonomi. Namun tak semua ikut, sity dan nurul memilih kekelas saja, mereka belakangan sholat.
Bersambung……………. (hari pertama)


Menanam Cabe Rawit Merah

Cara Berkebun dan Menanam Cabe Rawit Merah di Pot

Siapa yang tidak mengenal cabe rawit? Dapat dipastikan bahwa seluruh masyarakat Indonesia mengenal varietas cabe yang satu ini. Ciri khas cabe rawit merah yaitu ukurannya yang relatif kecil namun mempunyai rasa pedas yang luar biasa. Semakin mahalnya harga cabe rawit di pasaran membuat cabe ini menjadi semakin berharga untuk didapatkan. Namun, pembaca tidak perlu khawatir dengan mahalnya harga cabe karena penulis akan memaparkan cara menanam cabe rawit merah yang tepat. Bagi pembaca yang halaman rumahnya tidak begitu luas dapat mencoba berkebun cabe rawit setelah mempelajari cara menanam cabe merah baik itu dalam  pot atau dalam polibag.
Berkebun Cabai Merah Rawit
Berkebun Cabai Merah Rawit
Sebelum memulai cara berkebun cabai merah rawit, pembaca perlu untuk memilih biji cabe rawit yang berkualitas. Pemilihan biji cabe dimulai dengan memilih buah cabe yang sehat alias tidak terlihat sakit. Setelah dipilih, kemudian buah cabe disayat untuk mengeluarkan bijinya. Biji cabe yang telah diambil kemudian dijemur selama tiga hari dengan tidak terpapar sinar matahari secara langsung. Setelah tiga hari, saatnya melakukan proses persemaian biji cabe rawit.
Proses persemaian cabe rawit diawali dengan merendam biji cabe rawit di air hangat selama setengah jam, kemudian dilanjutkan dengan merendamnya dalam larutan perangsang akar selama sehari semalam. Biji cabe yang terlihat mengapung segera dibuang karena tidak akan dapat tumbuh dengan optimal. Biji yang lolos seleksi dibungkus kain basah selama sehari semalam. Sebagai wadah semai, pembaca dapat menggunakan bak plastik dan pada bagian dasarnya diberi lubang berdiameter 10 cm. Sebagai media semai, campurkan pasir dan pupuk kandang dengan perbandingan 1: 1 dan disiram dengan cairan perangsang akar.
Wadah dan media semai yang telah siap dapat segera digunakan untuk menyemai biji. Cara menanam cabe rawit melalui proses persemaian yang dilakukan satu per satu dengan diberi jarak antar biji supaya saat telah siap untuk ditanam di pot, benih dapat dicabut dengan mudah. Setelah disemai, bagian atas wadah yang terbuka ditutup dengan plastik tipis untuk menghindarkan biji dari gangguan. Media semai dijaga kelembabannya dengan menyiramnya dengan air secukupnya dan ditempatkan di lokasi yang teduh. Setelah biji cabe rawit tumbuh dan mempunyai sekitar empat helai daun yang baik, bibit cabe dapat segera dipindah ke pot. Saatnya pembaca memulai cara menanam cabe rawit di halaman rumah yang prinsipnya sama saja dengan cara menanam cabe merah di polibag atau di dalam pot.
Sebelum dilakukan proses penanaman, perlu untuk menyiapkan media tanam yang mempunyai fungsi sebagai pendukung pertumbuhan tanaman. Media tanam untuk cabe rawit yaitu campuran tanah gembur, pupuk kandang, dan ditambah dengan kompos dengan perbandingan 1: 1: 1 yang kemudian dimasukkan ke dalam pot berdiameter sekitar 30 cm. Media tanam harus sudah siap sejak 14 hari sebelum dimulainya proses penanaman. Satu minggu sebelum penanaman, media tanam disiram dengan larutan perangsang pertumbuhan tanaman. Setelah media tanam siap, saatnya melaksanakan cara menanam cabe rawit ataupun menanam cabe merah dalam polybag.
Cara menanam cabe rawit yang benar yaitu diawali dengan memilih bibit cabe rawit hasil semai yang kualitasnya baik, yaitu yang telah mempunyai daun minimal 4 helai sempurna. Bibit dicabut dari media semai dengan hati-hati supaya akar bibit tidak rusak. Pada media tanam di pot dibuat lubang dengan ukuran yang sedikit lebih besar dibanding dengan bibit. Masukkan bibit ke dalam lubang dengan memadatkan daerah sekitar akar supaya bibit dapat tumbuh dengan baik, dan siram dengan air secukupnya. Demikianlahcara menanam cabe rawit, semoga dapat bermanfaat.