Kalimat Cinta Bersama Dia
Di awal perkenalan ini
menyimpan sejuta pertanyaan tentang dirinya, siapakah dia?.., dimanakah ia
tinggal..?, dan bagaimanakah tentang ia?. Begitu pertanyaan itu terpikirkan di
otak kanan ku, aku bergunggam.
Sejak studyku tak sedikit
ku mengenal orang, inilah pengalaman berhargaku, ku tinggal di sebuah desa yang
jauh dari kota, dan Alhamdulillah walau begitu ku masih di beri rahmat oleh
“yang maha adil’’ untuk dapat menuntut ilmu di perguruan tinggi swasta .
perguruan tinggi ini terkenal dengan nama universitas pasir pengaraian.
Ketika ku kuliah, dan
baru pertama hari kuliah masuk !, ku masih meraba dunia karena ku sendiri belum
banyak tahu dan kenal cara menjadi mahasiswa, namun ku tetap harus jalani ,
inilah pilihan aku waktu kecil.
Ayah dan ibuku ‘’ orang
yang sederhana.
Tapi aku bangga dan amat
senang memiliki seorang ayah dan ibu yang menyayangi aku dengan sepenuh
hatinya, tak heran ku selalu bahagia di dekatnya. Ketika pagi itu ku
berkemas-kemas perlengkapan, ibu…!, ayah..,..! ku pamit kuliah. Dengan nada
pelan mereka menyahutnya ‘’ hati-hati ya nak!.
Kuliahpun berjalan
lancar, hingga waktu pulang, hari ini pun ku telah dapat satu pengalaman,
dimana ku sudah memiliki teman, teman yang baru di dunia kampusku. Ahmad
namanya ! ternyata di berasal dari desa yang tak jauh dari desaku, tetapi ku
belum tahu jika dia sendiri yang tidak memberi tahu, oh syukur lah ternyata dia
cukup bersahabat buatku.
Setelah dirumah, ku
berbincang banyak tentang kuliah ku bersama keluarga, mereka menjadi pendengar
dari cerita kuliahku, kebahagian ini yang ku inginkan.
Memang jauh jarak tempuh
untuk belajar ini membuat ku selalu bergunggam dan melamun, bagaimana mungkin
perjalanan 65 km antara rumah ke universitas dapat ku tempuh?. Perjalanan yang
membutuhkan waktu 1.30 menit.
Karena orang tua telah
usaha banyak, tak mungkin ku akan menyiakannya. Malam ini ku berpikir banyak
tentang kuliahku , padahal! Baru satu hari, ku udah terpikir satu bulan
kedepan, kanapa?, yah, karena ortu ku.
Suasana subuh yang indah,
ketika kumandang azhan ku dengarkan, asholatu khairul minannaum ……! asholatu
khairul minannaum ……! Ku simak hingga selesai. Berwudhu di kamar kecil dengan
kebahagiaan yang besar ku lakukan. Walau sendiri namun seperti berlima kami jamaah
di rumah.
Hari telah terang,
aktivitas mulai berjalan. Makan pagi telah jadi kebiasaan ku sebelum berangkat
kuliah, mah..! pah ! ( berpamitan ). Tak hanya mimpi tapi keindahannya pun
kurasakan, ketika hari kedua kuliah ku telah dapat mengingat satu persatu nama
teman baru ku.
Ihsan, panggilan mereka
padaku…! Kamu mau kemana?, bagaimana kalau kamu ikut dengan kami !, ke kantin
teknik mesin’’ ( kata erkhamdi dan teman-teman). Bagaimana aku bisa membalas
panggilan mereka jika tangan ku telah di tarik dengan kuat dan aku pun tak
kuasa , sehingga ku terdiam dan ikut saja. Makan siang bersama mereka seperti
menonton opera vanjava, yang suka jail dan usil ketika makan. Oh ! tapi tak
apalah’’ yang penting makanannya ku dapat.
Perut kenyang terisi.
Belajar dalam kelas kembali lagi, dengan
suasana berbeda!, ternyata asik juga. Emanglah kampung tengah ( perut ) kalau
sudah terisi tentunya kita akan semangat dalam aktivitas apapun, yang penting
tidak boleh berlebihan.canda tawa suka cita jadi kebiasaan ku hari ini, walau
berbeda tempat, adat dan suku , kami mulai akrab terbawa suasana .
Hari ini kesan indah yang
ku miliki, kuceritakan pada ayah dan ibu. Mereka jadi pendengar setiaku,
perhatiannya terasa indah.
Malam yang sunyi, tepat
pukul 22.00 wib ku bergegas ke kamar depan , menulis deary adalah kebiasaanku,
ternyata tak hanya perempuan saya pun menulisnya. Menceritakan dalam tulisan
pun ku tak sanggup banyak, hanya beberapa baris saja.
Subuh itu, mendengarkan
kumandang azhan yang merdu membuat hatiku melangkah. Air wudhu yang dingin
membasahi mukaku , menggunakan baju koko jadi faforitku di subuh hari. Mandi
dan persiapan kuliahku lagi, selang beberapa menit kemudian.
Sambil mencium tangan
orang tua ku berpamitan, mah…! Pah…! Ku berangat, doakan dapat ilmu yang
bermanfaat, jangan kwatir ! setiap satu langkah saja kamu keluar dari rumah
ini’’ ibu pasti mendoakanmu..( jawaban ibu ), tak mau kalah ayah pun berkata ‘’
ayah mu mendoakan mu seperti ibumu tadi ! ( tersenyum J ).
Kuliah, di universitas ku
belajar cara mengajar dan berhitung dan bernalar. Kalkulus dasar yang sedikit
rumit ternyata asik juga, semua sesuai dengan jurusan ku di fakultas keguruan
dan ilmu pengetahuan.
Bu rahma sebutannya,
dosen matematika yang banyak mengenalnya karna kepandaiannya. Selain pandai !
ia terlihat anggun dan cantik, tak heran banyak ilmu yang telah kami bisa.
Sesuai anjuran guru waktu SMA, nak…! Jika kita ingin mendapatkan ilmu kita
harus cinta kepada pemberi ilmu dan ilmunya, cintailah gurumu dan pelajaranmu
maka kamu akan dapat cepat meresapi ilmu yang diberikan padamu.
Perhatian kami tertuju di
papan tulis, sambil menulis kami menyimak pengarahan bu rahma hingga istirahat.
Kegemaran menarik tangan ku pun kembali lagi,. Ihsan…! Ayo ikut kami ! kami
udah laper berat nih! ( sity dan teman-teman ). Kali ini ku berani berkata…’’
bisa-bisa’’. Maksud ku mengiyakan ajakan mereka.
Lauk ikan rendang
kesukaan mereka ku lahap habis, entah lapar atau kelaparan namanya’’ nasi yang
ada pada piringku cepat habisnya. Alhamdulillah , enak yah! (kataku)…. ‘’enak
buanget, sedaaap…! ( sahut temen). Iya-yah sangkeng enaknya! Makanku habis
duluan, congok pun kamu jadi orang, tambah lagi sono!..( ledekan mereka ke aku
).
Selesai, tisu halus
perlahan bersihkan mulut ku. Air putih yang banyak khasiatnya pun jadi rebutan
kami berlima, syaiful memegang gelas!’’ siti pegang teko’’, nurul pegang tangan
siti, dan ku pun pegang tangan iful karena pas bertepatan mengambil gelas yang
sama. Air tumpah! Erk…! Kamu numpahkannya,’’ (kata sity). Maaf nggak sengaja !
( erkamdi yang menyerobot teko pada sity ).
Jam satu siang, setelah
mendengar azan zuhur…! Kami pun meninggalkan kantin dan menuju ke masjid di
dekat fakultas ekonomi. Namun tak semua ikut, sity dan nurul memilih kekelas
saja, mereka belakangan sholat.
Bersambung…………….
(hari pertama)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar